Muhammad Zulfikar (24th), Bocah Indonesia Penyandang Disabilitas yang sedang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Manchester




Fikar merupakan penulis yang cukup terpandang di Eropa dan merupakan kontributor tetap di harian "The Huttington Post" dan beberapa media lainnya.     Sekarang di usianya yang memasuki 24 tahun, Fikar sedang menempuh jenjang pendidikan tertinggi S3 bidang ilmu politik di universitas Manchester, England. Fikar telah membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk meraih mimpi dan cita-citanya.
sumber:fb/Triyoga Boeadi
Klikshare.info- Muhammad Zulfikar biasa disebut dengan nama "Fikar". Merupakan bocah asal indonesia penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan berbicara dan tidak mampu menggunakan kedua tangannya dengan normal, sehingga untuk menulis dengan menggunakan tangan saja tidak mampu. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut dengan "Aspixia Neonatal". Dalam kegiatan belajar, Fikar harus menggunakan laptop, sehingga kemana-mana selalu membawa peralatan tersebut.

Pertengahan tahun 2007 Fikar mampu menyelesaikan SMP-nya di SMP Al Azhar Banyumanik Semarang, kemudian mengikuti orang tuanya yang berprofesi sebagai dokter ke Qatar dan melanjutkan SMA-nya di sana. Dalam waktu 2 tahun,  Fikar mampu menamatkan SMA nya di Qatar. Selesai menuntaskan pendidikannya dari SMA, Fikar melanjutkan kuliah di Qatar University mengambil jurusan Hubungan Internasional. Karena prestasinya yang luar biasa, Fikar mendapatkan beasiswa penuh. Dalam waktu kurang dari 4 tahun, Fikar dapat menyelesaikan study S1 nya dengan predikat nyaris sempurna, yaitu IPK 3,93. Meskipun demikian pribadi fikar tidak pernah lupa dengan indonesia, ketika berlibur selalu menyempatkan diri berlibur keindonesia.

Setelah meyelesaikan S1 di Qatar, Fikar kemudian melanjutkan study S2-nya dibidang hubungan internasional ke Universitas Manchester di England. Ketika teman seusianya baru menyelesaikan S1 ditahun 2015, Fikar telah mampu menyelesaikan pendidikan s2 nya di Universitas Manchester. Tidak hanya itu, Fikar adalah penulis produktif, terutama masalah hubungan dunia arab (timur tengah) dengan negara-negara lain, juga penulis yang memotivasi kaum disabilitas. Hingga kini Fikar merupakan penulis yang cukup terpandang di Eropa dan merupakan kontributor tetap di harian "The Huttington Post" dan beberapa media lainnya.

Sekarang di usianya yang memasuki 24 tahun, Fikar sedang menempuh jenjang pendidikan tertinggi S3 bidang ilmu politik di universitas Manchester, England. Fikar telah membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk meraih mimpi dan cita-citanya.
(sumber:fb/Triyoga Boeadi/editor/Azr)
Fikar merupakan penulis yang cukup terpandang di Eropa dan merupakan kontributor tetap di harian "The Huttington Post" dan beberapa media lainnya.     Sekarang di usianya yang memasuki 24 tahun, Fikar sedang menempuh jenjang pendidikan tertinggi S3 bidang ilmu politik di universitas Manchester, England. Fikar telah membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk meraih mimpi dan cita-citanya.
sumber:fb/Triyoga Boeadi

0 Response to " Muhammad Zulfikar (24th), Bocah Indonesia Penyandang Disabilitas yang sedang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Manchester "